Selasa, 14 Juli 2015

27# Jajanan

Ramadhan#27 |

Siapa yang tak bergembira bisa pulang ke kampung halaman? Berkumpul bersama keluarga terkasih. Mencoba satu-satu makanan dan santapan di rumah. Tapi... saya tak termasuk di dalamnya. #menghela napas# Saya hanya akan menyaksikan kebahagiaan teman-teman dari pinggiran kota ini.

Santapan dan kue-kue lebaran termasuk hal yang saya rindukan di permulaan Syawal itu. Meski terkadang santapan di rumah itu tak seistimewa rumah-rumah pejabat atau PNS sekalipun. Saya dan adik tetap berbesar hati dengan hidangan sirup dan kue-kue sederhana yang sebagian besar dibeli di pasar. Santapan di rumah bukan nikmat karena kemewahannya. Bapak dan ibu selalu menjadi komposisi pemanis buatannya.

Di hari lebaran, satu-satunya yang murni menjadi jajanan olahan sendiri ya kacang goreng. Kacang yang "lupa akan kulitnya" lalu digoreng biasa. Atau lebih dari itu, kacang yang dibalut terigu. Sisanya, penganan-penganan dari wafer, biskuit, kue kering, adalah jajanan dari pasar terdekat.

Saya juga selalu merindukan makanan lepet (dalam bahasa Jawa) yang dibuat Mamak. Makanan berbahan dasar ketan itu diolah seperti songkolo (bagi orang Sulawesi) namun dibalut daun kelapa. Tak jarang, hidangan lemper juga selalu menjadi khas bagi orang-orang di rumah.

Kalau orang di kampung, lebih banyak menghidangkan burasa'. Ia mirip ketupat. Biasanya menjadi campuran aneka lauk di hari raya. Termasuk opor ayam.

Ck..berbicara makanan, membuat saya terbayang-bayang aneka rupa santapan itu. Padahal, saya bakal hanya bisa membayangkannya saja dari sini. Hm...semoga ada teman di kota ini yang berbaik hati mengantarkan sajian hari rayanya. Saya rindu....

***

P.s.
Di penghujung Ramadhan ini, saya ketiban sial. Gara-gara median jalan, saya celaka berkendara. Dua gigi depan saya patah saat perjalanan pulang dari kantor. Kalau tersenyum bakal kelihatan aneh. Hahaha..... :( :'(   Ini makin mengukuhkan niat saya tak pulang ke rumah.


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar