Senin, 13 Juli 2015

26# Musim Rindu

Ramadhan#26 |

H-4 Idul Fitri, ada banyak rindu yang tertahan. Bisa dikatakan, akhir Ramadhan selalu jadi musim rindu. Di Indonesia, tak hanya buah-buahan saja yang punya musim. Rindu juga punya waktunya untuk disemai. Orang-orang menahan rindu bertemu dengan keluarga. Hari lebaran, mudik menjadi salah satu wadahnya.

Kalau bicara tentang rindu, ada banyak definisinya. Seperti cinta, setiap orang punya pengertian yang berbeda-beda. Rindu itu semacam gatal, yang rasanya "gimana gitu" kalau tak digaruk. Ahahaha....

Orang tua selalu menjadi rindu hakiki. Bapak, ibu, adik, keluarga di rumah. Tentang "anak orang" yang dirindukan, itu hal lain lagi. Jangan menambah sesak hati dengan rindu-rindu yang tak terbayar lunas.

Rindu menjadi alasan utama pulang kampung. Siapa yang tak merindukan makan ketupat di rumah? Siapa yang tak merindu mencium tangkup tangan orang tua? Siapa yang tak kangen beranjangsana ke rumah teman-teman lama? Siapa yang tidak rindu menyusur jalanan-jalanan masa kecil? Akh, semua itu berputar-putar di kepala. -_-

***

Nampaknya rindu benar-benar menemui musimnya Ramadhan kali ini. Bagaimana tidak, beberapa jam lalu saya mendapati nama sebagai "pewarta-yang-dengan-malangnya-meliput-nuansa-lebaran-di-salah-satu-sudut-kota". Argh... dengan sialnya, dan muka polos, saya menerima saja tanggungan yang "tak-boleh-ditolak-sebagai-orang-baru".

Apa yang harus saya kerjakan di kota senyap ini? Kota ini akan kehilangan separuh penduduknya di masa lebaran. Mereka mudik, menikmati momen bersama keluarga. Dan saya... harus mencari keluarga di tengah kota ini. Berlebaran sendiri itu rasanya..."gimanaa gitu". #menghela napas

Sudahlah.

Saya mau istirahat saja malam ini...


--Imam Rahmanto--


Tidak ada komentar:

Posting Komentar