Kamis, 09 Juli 2015

21# Berantakan

Ramadhan#22 |

Rambut saya sudah panjang belakangan ini. Agak berantakan. Padahal, bisa dibilang, saya orang yang biasa-biasa saja dalam penampilan. Lebih terkesan rapi. #eciee. Namun, pekerjaan sebagai pewarta memaksa saya sedikit berubah. Menyesuaikan dengan kondisi lapangan.  

Padahal, rambut yang panjang ini seharusnya dipotong beberapa hari lalu. Mungkin, potong rambut jelang lebaran saja. Tak ada pakaian baru, potongan rambut baru okelah... 

Ramadhan ini bukannya menambah amalan, malah menambah panjangnya rambut. Apa yang dilakukan masih saja konstan dengan tahun lalu. Sejauh mana amalan kita?

Puasa ini, saya sudah dua kali tidak mengawalinya dengan santap sahur. Salah satunya lantaran ketiduran sampai pagi datang. Sementara, di rumah kost tak terdengar lagi ribut-ribut orang sahur. Orang-orang sudah mudik ke kampung halaman masing-masing.

Sebenarnya, bagi saya, hal semacam itu bukanlah masalah. Dulu, saya terbiasa mengawali puasa tanpa perlu sahur. Akan tetapi, di bulan Ramadhan ini, saya hanya mencoba menikmati waktu sahur, sendirian atau ramai-ramai bersama teman. Kita banyak belajar jika mampu merasai dan menyimak segala hal. Seksama.

Akh, beberapa kesempatan memang agak berantakan...


--Imam Rahmanto--

P.s. Semalam, saya punya sedikit pekerjaan untuk diselesaikan. Agak telat ingin memposting challenge seperti ini. Bagaimana pun, saya tidak ingin membiarkannya kosong. Konsisten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar