Kamis, 02 Juli 2015

15# Belajar

Ramadhan#15 |

Saya bukan tipe olahragawan. Bermain sepak bola saja, saya harus berpikir panjang. Saya lebih suka bermain sepak bola via Play Station. Satu-satunya olahraga yang saya mahir di dalamnya adalah tenis meja. Boleh diadu. 

Bagaimana pun Tuhan selalu punya cara terbaik untuk belajar. Terhitung hari ini, Ramadhan ke-15, saya diamanahi tanggung jawab liputan olahraga. Untuk pertama kalinya pula, saya harus menanggung liputan sepak bola. Ah, saya benar-benar dibuat kecele lantaran tidak tahu banyak tentang istilah sepak bola.

Di saat orang demam Piala Dunia sekalipun saya menjadi orang paling "langka" sedunia. Gegap gempitanya tidak mempengaruhi minat saya sekadar menyaksikan orang berlari-lari di tengah lapangan memperebutkan bola. Mending nonton Naruto atau One Piece. Hahaha...

Nah, saya diberi kesempatan merasai banyak hal baru dari sini. Mungkin Tuhan memang tahu yang saya butuhkan saat ini. Banyak belajar. Belajar banyak.

Melihat orang-orang berlari menggiring bola. Merumput di lapangan luas. Mendengar suporter berteriak. Segalanya beratapkan langit luas dan semilir angin sore. *Yaahh...kalau pertandingannya sore hari.

"Ini poinnya. Dia mencetak di menit begini. Orangnya yang ini di klasemen..." ujar panitia turnamen sepak bola sembari menunjuki kertas di tangannya.

Saya baru saja datang sore itu, dan langsung diterima seketika tahu dari salah satu media. Hanya saja, saya masih bingung dengan daftar tabel yang ditunjukkannya berisi singkatan-singkatan mengenai istilah bola. Agar tak kelihatan "kosong", saya mengangguk-angguk saja sambil berpikir dan diam-diam browsing di gadget. #gubrak.

"Mereka baru saja mencetak gol. Hasilnya imbang, tapi mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya," ujarnya lagi di tengah-tengah kami menyimak pertandingan.

Ah, saya juga tak begitu mengerti tentang klasemen yang memakai perhitungan poin dan semacamnya. Asli, saya nampaknya harus banyak membaca hingga menonton pertandingan bola. Memperkaya kosa kata olahraga.

Merasai pengalaman baru adalah salah satu cara belajar paling keren. Menantang diri melewati batas kemampuan yang dimiliki. Over the limit!


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar