Rabu, 01 Juli 2015

14# Bersama

Ramadhan#14 |

Lagi, saya beramai-ramai dengan teman pewarta lainnya mengikuti salah satu aktivitas gubernur. Ia dijadwalkan melakukan launching Bus Rapid Transit (BRT) atau yang lebih dikenal sebagai Busway di wilayah Maminasata. Pun, saya ditugaskan untuk berita yang nyaris mendekati waktu deadline.

Akan tetapi, entah kenapa, terkadang saya menyukai tantangan semacam itu. Ada candu menegangkan dalam menyelesaikannya di tengah lapangan, di sela waktu kosong. Di saat-saat terakhir, saya baru bisa mengirimkan naskahnya. Terkadang saya bahkan hanya meyelesaikan separuhnya dulu. Apalagi kalau kondisi gadget saya tak memadai lagi.

Peluncuran bus trans Mamminasata kami berakhir di Trans Studio Mall (TSM). Tentunya, jelang waktu buka puasa. Gubernur beserta jajarannya berbuka di sebuah restoran, diikuti para pewarta. Ramai sekali.

Saya teringat tatkala kecil dulu kerap berbuka puasa bersama di masjid dekat rumah. Bagi kami anak kecil, ada dua keuntungan saat berbuka di masjid. Pertama, kami punya pilihan kue yang lebih variatif di masjid. Dua, kami takkan kehabisan santapan berbuka di rumah. Istilahnya, kami dua kali lebih kenyang.

Jelang berbuka, kami sudah beramai-ramai berkumpul di masjid. Sesekali kami akan membantu orang tua menyiapkan sajian buka puasa jika tiba giliran keluarga. Di lain waktu, kami akan mencuri-curi santap sisa-sisa makanan berbuka puasa di masjid.

Berbuka puasa rame-rame selalu menyenangkan. Tak peduli jenis kue atau santapannya. Bagi saya, makanan apapun di waktu bulan puasa semuanya kelihatan lezat dan punya selera. Wajar, saya biasanya lebih suka mencari keramaian berbuka puasa di tengah-tengah keluarga kampus saya. Enak atau tidak, itu urusan belakangan...


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar