Minggu, 05 April 2015

[Review Blog] Belajar Gizi dari Manjilala

Sekilas, membaca nama manjilala agak asing dan aneh bagi saya. Meskipun saya beberapa kali menjumpai nama tersebut di dunia pergoblokan (baca: per-go-blog-an). Pun, untuk membuka dan mengunjunginya, saya hanya menyempatkannya sesekali. Saya juga baru menyadari, sosoknya tak jarang saya temui dalam acara-acara yang digelar Komunitas Blogger Anging Mammiri. Maaf ya, Kak. Hehe…

Dari tagline “Informasi seputar pemberian ASI dan gizi remaja”, sudah bisa ditebak sebagian besar isi dari blog tersebut tak jauh-jauh dari informasi tentang gizi dan kesehatan. Mungkin, lantaran penulisnya merupakan seorang dosen dari jurusan Gizi di Poltekkes Makassar. Tak heran jika pria yang memang bernama Manji Lala ini lebih suka berbagi pengetahuannya tentang bidang yang digelutinya itu.

Meskipun saya senang membaca, namun hal itu tidak berlaku untuk hal-hal yang terkesan serius. Apalagi perihal ilmu-ilmiah. Sodorkan novel setebal 500 halaman, maka saya akan menamatkannya. Tapi jangan sekali-kali menyuruh saya membaca diktat, buku kuliah, buku pelajaran, karena hanya akan membuat mata saya tertutup lebih cepat. Serius!

Diperankan oleh model. (Foto: Imam Rahmanto)

Bagi saya, blog manjilala termasuk dalam golongan blogger-serius. Sebagian besar isinya nyaris berlatar informasi dan data-data ilmiah. Yah, tujuannya kan memang satu: berbagi informasi dan mengedukasi pembacanya. Kalaupun ada tema postingan yang agak ringan, seperti pada kategori "Artikel Bebas", namun pembahasannya tetap tak jauh dari gizi dan kesehatan. Saya suka dengan postingan "Kudapan Manis dari Kota Makassar", berhubung tampilan gambarnya yang memang menggiurkan. Hahaha...

Sangat berbeda dengan “rumah” saya, yang justru berisi hal-hal tak penting. Memang sih. Saya sekadar menuliskan apa saja yang bisa ditulis. Pasalnya, saya sudah terlalu banyak membuat tulisan serius, semacam berita dan laporan, hingga butuh tempat “pelarian” untuk menjadi “apa adanya” saya. 

Informasi-informasi yang dibagikan oleh pria kelahiran Maros ini cukup bermanfaat dan relevan dijadikan bahan kajian oleh para akademisi. Bahkan, di beberapa postingan saya bisa melihat komentar-komentar yang antusias menanyakan seputar topik postingan. Miriplah semacam diskusi dalam kelas.

Jika ada yang mencari referensi tentang gizi dan kesehatan, blog yang diarsipkan sejak tahun 2012 ini sangat tepat sebagai rekomendasi. Apalagi dengan gaya bahasanya yang cukup ramah dan mudah dimengerti bagi siapa saja. Latar penulisnya sebagai dosen sama sekali tidak ditonjolkan dalam setiap tulisannya. Saya sendiri baru tahu penulis adalah seorang dosen selepas membaca capture artikel tentang Kelas Belajar Oky (KBO) di Harian Fajar. Sedikit bocoran, KBO ini merupakan kelas belajar non-formal yang digawanginya sejak tahun 2012 silam. Dari sini, mungkin bisa disimpulkan pula bahwa "Pak Dosen" sangat dekat dengan anak-anak.

Dari segi tampilan, saya tidak perlu banyak mengomentari. Toh, tampilan yang sederhana sudah memudahkan pembaca untuk berjalan-jalan disana. Para blogger yang rajin memposting tulisannya memang tak banyak neko-neko perihal tampilan. Biar sederhana, asal berbobot, dan terus update.

Hanya kotak komentar platform facebook-nya yang agak kontras. Warnanya hitam, bertolak belakang dengan warna dasar blog manjilala yang cenderung bertema cerah atau terang.

Salam blogging!


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar