Sabtu, 28 Februari 2015

My Playlist is I Am

Kata orang, playlist lagu bisa menggambarkan kepribadian pemiliknya. Lagu apa yang tersimpan baik di hape kita bisa menggambarkan cukup baik seperti apa kepribadian dan kebiasaan kita.

“Apa jenis musik yang kau punya di ponsel?”
"Aku tidak akan memberimu akses ke koleksi musikku. Tidak akan. Ada banyak hal memalukan, banyak kesalahan disana."
"Punyaku juga. Kau dapat mengerti banyak tentang seseorang dengan apa yang ada di playlist mereka."
"Aku tahu. Kau bisa. Itulah yang mengkhawatirkanku."
(--Begin Again, Film--)

Saya menyukainya. Film tentang musik yang dibintangi oleh Mark Ruffalo dan Keira Knightley. Ada juga vokalis dari Maroon 5, Adam Levine mewarnai kisah dalam film ini. Cerita yang ringan, namun easy listening. Yah, saya memiliki sealbum lagu soundtrack-nya. Kapan-kapan saya review filmnya deh.

Kedua orang yang punya latar belakang bad romance disatukan oleh musik. (Sumber: filmserver.cz)

Bagi yang mengerti tentang musik, akan sangat mudah memahami orang lain dari playlist-nya. Serupa dengan penulis, yang sedikitnya bisa ditebak melalui jenis tulisannya. Poinnya, lagu menggambarkan sejauh mana kepribadian atau momen keadaan yang sedang dirasakan.

Anggap pula hidup ini seperti film-film di layar kaca. Adegannya  takkan hidup dan berwarna jika tak ditingkahi iringan lagu atau musik.

Saya senang menyumbati telinga dengan headphone atau earphone di saat berjalan sendirian hendak ke suatu tempat. Antara dunia dan saya, hanya dijembatani oleh musik yang mengalun. Kadang melemah. Kadang mendentum. Saya bahkan bisa meresapi lirik dari setiap lagu yang mengalun tanpa dijedai suara-suara jalan.

Beberapa lagu, bagi saya, serupa kunci yang memutar kenangan tentang sesuatu. Entah itu sesuatu yang menyenangkan atau bahkan menyedihkan. Di kala sedang mendengarkan lagu di playlist gawai saya, ada beberapa lagu yang memaksa untuk mengingat kenangan tentang lagu itu. Anggap saja itu semacam soundtrack usang yang terus dimainkan dengan gambaran kenangan yang masih bertengger di kepala. Bukankah memory memang satu-satunya cara untuk kembali ke masa dulu.

Tak bisa dipungkiri, setiap momen punya lagu soundtrack-nya masing-masing. Siapa pun orangnya tentu punya lagu yang akan membawanya mengingat sesuatu. Ingatan kepada something, or someone exactly.

Sama halnya dengan lagu-lagu seperti Jetlag (Simple Plan), Rahasia Hati (Nidji), Jodoh Pasti Bertemu (Afgan), Alasanku (SO7), yang tetiba membuka kenangan-kenangan saya tentang beberapa hal. Karena pada kenyataannya, lagu itu ada dalam playlist handphone saya. Yang paling baru, saya memasukkan lagu-lagu dari film "Begin Again".

Akh, namanya kenangan, tentang seseorang sesuatu, hanya bisa menghadirkan sendu atau rindu...

NP: Lost Stars by Keira Knightley




--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar