Selasa, 11 Juni 2013

Branding...

Suatu waktu, seorang teman pernah meminta saya untuk menjadi seorang pemateri layout dan desain grafis. Bukan tanpa alasan ia meminta saya. Track record saya selama setahun silam memang lebih banyak bergelut di bidang itu karena jabatan saya adalah seorang layouter/ designer grafis. Akan tetapi, saya menolaknya. Bukan pula karena saya tidak ingin membagi ilmu saya, seperti yang dicandakan oleh teman saya. Namun, saya lebih tertarik untuk sedari dini memulai proses branding saya ke dunia atau publik, bukan sebagai layouter.

Di lembaga pers kampus saya, diantara teman-teman pers, saya lebih dikenal sebagai seorang layouter ketimbang reporter. Padahal, kalau dipikir-pikir, karya saya sebagai seorang reporter lumayan lebih banyak dibanding sebagai seorang layouter. Setiap hal-hal yang berkaitan dengan desain atau layout, jika memungkinkan, sedikitnya akan dillimpahkan kepada saya. Permintaan pemateri dari pihak luar pun selalu saja mengarah pada saya sebagai seorang layouter. Jadinya, saya dikenal sebagai seorang layouter.

“Kenapa kau tidak mau menerimanya?”

Saya sudah lama meninggalkan dunia itu. Mengerjakannya, saya lakukan hanya sekali-kali saja, sebatas hobi. Saya lebih tertarik untuk bergelut di dunia kepenulisan ketimbang dunia desain grafis. Oleh karena itu, sejak sekarang, saya berusaha untuk memulai proses branding sebagai penulis ke khalayak ramai.

“Kenapa tidak menerimanya?”

Ah ya, menjadi seorang pemateri disana tentu saja akan membawa saja pada proses “pengenalan” mereka terhadap saya sebagai seorang layouter. Sekuat apapun saya mengatakan, “Saya bukan layouter,” ketika sudah membawakan materi itu, tetap saja mereka akan menganggap saya sebagai orang yang lebih mahir bergelut di bidang tersebut. Toh, saya membawakan materi itu, maka siapapun tentu berpikiran kalau saya capable dalam bidang tersebut.

Ketika saya sudah mulai berhadapan dengan dunia kerja, saya tidak ingin bekerja di luar minat saya. Meskipun saya mahir di bidang desain tata letak dan grafis, namun saya lebih suka dan bahagia bergelut di bidang tulis-menulis. Saya lebih tertantang untuk menjadi seorang jurnalis, jika berbicara tentang media, ketimbang duduk di belakang komputer seharian sebagai seorang layouter. Yah, meskipun juga gajinya tidak begitu tinggi, katanya. 

Dengan mulai menentukan arah saya dari sekarang, saya berharap bisa menjalani pekerjaan saya ke depannya. Setidaknya, saya lah yang harus “menyetir” kehidupan saya. Akan jadi apa saya beberapa tahun ke depan? “Menetapkan” diri (branding) adalah salah satu proses “pemasaran” saya ke publik dan teman-teman tentang saya. Dengan begitu, bidang pekerjaan yang akan ditawarkan kepada saya pun nantinya akan berdasar pada branding itu. Sebagai penulis, maka tentu saja yang ditawarkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan menulis itu. Karena SAYA SEORANG LAYOUTER PENULIS, kan! ^_^.


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar