Jumat, 31 Mei 2013

Seni Menulis Sosok ala Pepih Nugraha

(sumber: google.com)
Judul Buku : Menulis Sosok, secara Inspiratif, Menarik, Unik
Penulis : Pepih Nugraha
Penerbit         : Penerbit Buku KOMPAS
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 196 halaman

Terbilang buku baru, sebenarnya cukup menarik minat siapa saja yang ingin membaca. Namanya juga buku baru, selalu menggugah rasa penasaran tiap penikmat buku. Akan tetapi, sejujurnya, saya yang lebih menyukai membaca buku-buku novel dan motivasi (dan sejenisnya) nyaris tidak begitu tertarik melirik judul sampulnya, Menulis Sosok, secara Inspiratif, Menarik, Unik. Apalagi, saya berpikir, dari judulnya itu seakan-akan bakal membahas secara eksposisi “cara” dan “teknik” menulis artikel berita, khususnya profil.

Akan tetapi, nama penulisnya, sedikit merangsang rasa penasaran saya. “Seperti apa ya kira-kira buku yang ditulis oleh bang Pepih Nugraha?” pikir saya dua hari yang lalu. Wajar, saya mengenal penulis lewat ketokohannya sebagai pendiri social blogging Kompasiana dan sebagai seorang jurnalis KOMPAS. Apalagi saya juga berulangkali pernah bertatap muka, bahkan berinteraksi dengan penulis jikalau sedang berbagi ilmu di Makassar. Terlepas dari itu, minat dan aktivitas saya di dunia jurnalistik kampus menjadi dorongan tambahan untuk meneruskan sekadar “membuka” buku ini.

Oh ya, tampilan sampulnya yang sederhana terkadang bisa menarik minat siapa saja. Simple.

“Setiap orang adalah unikum, pemilik cirri khas yang berbeda dari milik orang lain mana pun. Masing-masing individu dilahirkan dengan kreativitas yang berbeda-beda pula. Keunikan setiap orang inilah yang lalu melahirkan “seni” menulis profil atau sosok.”

Nah, berbekal kutipan yang dicantumkan di back cover buku itulah, saya semakin percaya, isi buku ini menarik untuk dibaca sekaligus dipelajari (bagi jurnalis).

Secara garis besar, buku ini berisi 22 artikel behind the scene (kalau bisa dibilang begitu) penggarapan naskah-naskah berita Sosok di harian KOMPAS yang dituliskan oleh Pepih Nugraha. Sebenarnya, tidak hanya 22 artikel saja yang dihasilkan penulis buku Citizen Journalism (karya pertama) ini selama 20 tahun pengalamannya menggarap rubrik Sosok media nomor satu di Indonesia. Hanya saja, untuk keperluan buku, tentulah penulis memilih tulisan-tulisan yang dianggapnya inspiratif, menarik, dan unik. Sesuai dengan judul bukunya.

Ilmu jurnalistik yang dibagi pria kelahiran Tasikmalaya ini terbilang cukup menarik. Bang Pepih, panggilan akrabnya, sengaja menuturkan kisah penggarapan beritanya untuk Sosok itu secara lugas dan mengalir. Kesannya, ia tidak berusaha menggurui. Coba saja bandingkan dengan tulisan-tulisan “Cara……..” sejenisnya yang lebih banyak memaparkan secara eksposisi. Bang Pepih mencontohkan dengan bercerita pengalaman-pengalamannya sendiri. Dari situ, secara tersirat, diserahkanlah kepada pembaca bagaimana cara mereka “menyimak” teknik-teknik yang ingin disampaikan. Oleh karenanya, kita seolah-olah tidak dijejali dengan konsep baku yang “bukan kita banget”.

Saya, memang, lebih suka dibelajarkan lewat kisah-kisah atau pengalaman orang lain. Pengalaman itu malah terkadang mendekatkan kita secara psikologis dengan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini sama-sama manusia yang memiliki pengalaman dan pikiran. “Experience is the best teacher”, sebagaimana yang selalu terbaca di buku-buku tulis saya semasa SD.

Tanpa saya duga pula, nyatanya teknik bercerita bang Pepih bisa menggugah sisi inspiratif buku ini. Sesekali saya sempat dibuat berdecak kagum dengan sosok-sosok yang diceritakannya. Tak jarang saya sampai bergumam, “Oh ya”, “Masa?”, “Ternyata begitu” sambil mengangguk-anggukkan kepala. Layaknya cerita-cerita yang lugas dan sederhana, sisi spirit pembaca mampu disentuhnya. Lagipula, beberapa bagian cerita yang ditulis berlatar belakang daerah Sulsel, semakin menambah rasa penasaran saya.

Terlepas dari jumlah halamannya yang menurut saya masih relatif sedikit (coba saja, seandainya contoh artikelnya dihilangkan, pasti buku ini agak tipis), buku ini sangat tepat dijadikan bahan referensi penulisan-penulisan sosok atau profil seseorang di media manapun. Tidak terkecuali di tabloid kampus saya. ^_^.


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar