Selasa, 16 April 2013

Buku

(screenshot)
Lama juga saya tak pernah membaca buku. Beragam aktivitas yang mendera waktu 24 jam saya tak memberikan waktu luang hanya untuk sekadar membaca. Ditambah lagi, saya sudah tak lagi mengoleksi buku di setiap bulannya. Padahal hampir setahun lalu saya rutin menyisihkan uang saku maupun penghasilan bebas saya untuk membeli buku tiap bulannya. :( Kini, hanya untuk membaca sebuah buku saja saya harus meminjamnya dari teman-teman saya.

Nampaknya saya harus kembali membangun kebiasaan “baca” itu.

Baru-baru ini saya menonton sebuah film pendek, hasil browsing dari Youtube, yang menceritakan tentang sebuah “buku”. Menyaksikannya, membuat saya banyak berpikir tentang “buku”. Yah, “buku”.

Sekian lama saya meninggalkan kebiasaan membaca buku. Nyaris dua bulan. Saya telah lama meninggalkan kebiasaan “bermain” di perpustakaan. Di kota ini, ada dua perpustakaan yang sering menjadi tempat “bermain” saya di kala senggang. Setiap merasa bosan, saya setidaknya menghabiskan waktu disana. Bahkan, di salah satu perpustakaan di ujung kota, saya sampai dikenali oleh penjaga perpustakaannya.

Menyaksikan film pendek itu, menyadarkan saya untuk kembali sekadar menengok buku-buku bacaan saya. Membangun kembali memori di otak saya untuk menghargai buku apapun dan milik siapapun.



Semoga dari film di atas, kita lebih menghargai bagaimana pentingnya sebuah buku, sebagai jendela dunia. :)

“Aku sang jendela dunia, yang begitu berharga ketika ku diciptakan. Dibuat dengan penuh pemikiran dan kehati-hatian. Mereka yang telah menggenggamku, yang telah mengambil ilmu pengetahuan dan hal-hal teoritis yang dalam diriku, dan lalu membuatku menjadi seperti benda yang tidak lagi berharga.

Itulah mereka, dan inilah aku.

Aku disini, di bawah sini. Menunggu. Untuk berguna lagi. Untuk dibaca lagi, layaknya sebuah buku.”


--Imam Rahmanto--

2 komentar:

  1. Waw, sekali lagi, tulisanmu berupa tamparan. Tulisanmu dan film yang kamu temukan ini. Aku sampai merinding, lihat bukunya dikotori, dicoret, digunting, dan disobek...
    Sekarang, memang kita harus lebih menghargai buku..

    BalasHapus
  2. @Dian Kurniati Thanks, Dian.... :)
    #sambil masih ngarep buku dari Dian. :p

    BalasHapus