Senin, 25 Februari 2013

Puasa...

Menanti waktu berbuka. (google.com)
Terkadang, memang benar ungkapan bahwa musibah itu membuat seseorang semakin dekat dengan Tuhannya. Ada sebuah titik dalam dirinya yang benar-benar bakal tersentuh ketika seseorang ditegur dengan sebuah musibah. Seperti halnya saya, ketika menjelang akhir bulan, persediaan uang saku sudah nyaris habis, sebenarnya sudah habis sih, tapi dipaksakan saja bilang ada, barang cuma Rp 1.000,-. Hahaha…. yang kemudian membuat saya begitu sering berpuasa.

“Hei, ayo makan,” ajak salah seorang teman saya.

“Maaf, saya kan lagi puasa,” Saya menolaknya.

“Tumben puasa?”

Yaah, namanya juga orang lagi belajar… Belajar menjadi manusia yang sudah naik kelas,” ujar saya setengah bercanda.

Yah, sebenarnya sudah lama juga saya tidak melakoni puasa yang satu ini. Saya rindu dengan berpuasa itu. Padahal, dulu ketika masih duduk di sekolah menengah, saya sangat senang dan sukarela menjalani puasa Senin-Kamis. Kenapa? Ya, karena saya mendapatkan banyak keberuntungan ketika menjalani salah satu ibadah kepada Tuhan itu. Tidak peduli apakah saya sempat menjalani sahur ataupun tidak. Malah, sampai sekarang, saya tidak pernah betul-betul sahur untuk mengawali puasa. :)

Percaya atau tidak, dulu, ketika saya masih rutin menjalani puasa Senin-Kamis, saya selalu mendapatkan apapun yang saya inginkan atau dambakan. Entah itu saya dapatkan secara langsung maupun tidak langsung. Segala kesulitan yang terjadi pada saya juga bakal berlalu dengan luwesnya. Nampaknya, Tuhan memang menyayangi orang yang suka berpuasa.

Lihat saja ketika saya sudah jarang berpuasa, seakan-akan lupa pada Yang Kuasa, ada banyak masalah yang menimpa saya. Mulai dari yang sepele sampai yang tingkat tinggi. Saya berpikir, mungkin saja ini salah satu teguran mengingatkan buat saya. Hehe… berarti Tuhan masih sayang kan dengan saya?

Terlepas dari niat yang dilakukan itu benar-benar sahih atau tidak, setidaknya untuk membangun chemistry berpuasa itu bisa dilakukan sejak sekarang. Sejak kita memang tidak punya apa-apa untuk dijadikan bahan makanan. Selanjutnya, hal itu bisa menjadi kebiasaan yang akan mengubah niat dasar kita tadi itu. Alah bisa karena terbiasa. Dan percayalah, ketika kita dekat dengan Tuhan, maka Dia akan selalu membantu kita.

Nah, melihat beberapa “teguran” buat saya selama seminggu ini, maka saya akan berkomitmen – dari sekarang – menjalani puasa Senin-Kamis setiap minggu. Dibantu yaa?

“Tuhan yang baik, saya mulai paham hal-hal apa saja yang banyak berubah pada diri saya.”

NB: Gara-gara puasa hari ini, ada banyak keberuntungan (rezeki) yang tanpa saya duga-duga menghampiri saya. Mulai dari dapat sumbangan uang, simpati, bahkan traktiran internetan. Haha... 


--Imam Rahmanto--

Hari ke-1 dari #7day7post bareng teman-teman.

1 komentar:

  1. Saya pikir, ini juga jadi semacam tamparan buat saya. Yes, sesama anak kos.

    BalasHapus