Kamis, 21 Februari 2013

Keep Going...

"Kak Imam, mamaku selalu bilang, kalau sesuatu yang kita sayang itu hilang dari kita, gantinya yang lebih baik sementara disiapkan Tuhan untuk sampai di tangan kita. Terus katanya kakakku, jika kita dicoba sama sesuatu yang rasanya sangat berat, itu pertanda kita sebentar lagi akan naik ke level yang lebih baik,"


Sebuah pesan singkat yang saya dapatkan dari salah seorang teman saya. Pesan yang menurut saya, cukup menyentuh. Saya nyaris saja dibuat terharu olehnya. Akh, akhir-akhir ini kenapa saya begitu melankolis ya? Akhir-akhir ini, ketika saya berusaha bangkit, ada-ada saja hal yang membuat saya untuk terjatuh dan tersungkur. Memahaminya, membuat saya sedikit tersentak dari rasa "emosi" saya.

Masalah. Ya, sempat mengklaim diri sebagai salah satu orang yang dirundung masalah paling berat. Saya butuh tempat untuk mengadu. Berharap orang lain mendengarkan, dan mungkin bisa membagi sedikit solusinya buat saya. 

Akan tetapi, saya kemudian sadar. Setelah mendengar seseorang bercerita pula tentang masalah yang dihadapinya, saya yakin, bukan saya satu-satunya di dunia ini yang sedang dirundung masalah. Ia menghadapi masalah yang jauh lebih berat dari saya. Session dimana saya yang ingin bercerita tentang masalah saya, malah berbalik menjadi session saya menjadi pendengar yang baik untuknya. Sesekali memberikan cukup masukan, meskipun ditolak mentah-mentah. Karena saya percaya, ia juga sedang dirundung "emosi" yang sama dengan saya. Merasa semua orang tidak berarti apa-apa untuk masalahnya.

Dan saya? Sejak siang kemarin hanya bisa mengeluh, kesal, dan tak berbuat apa-apa dengan kondisi saya. Terkadang, saya melampiaskan kekesalan itu pada orang-orang yang sebenarnya tak berkaitan dengan masalah saya.

Ketika teman-teman saya bertanya, "ada apa?", saya seakan-akan menganggap itu adalah kalimat retoris, sekadar basa-basi. Saya hanya bisa mengutuk diri. Padahal, tanpa saya tahu, mungkin mereka benar-benar peduli dengan saya. Mereka benar-benar ingin tahu apa yang terjadi pada saya. Dan jikalau memungkinkan, ikut memeberikan solusi untuk penyelesaian masalah saya.

Bila "sesuatu" yang disayangi hilang dari kita, maka sedikitnya Tuhan sementara menyiapkan pengganti yang lebih baik untuk kita.

Saya percaya, ada sesuatu yang tengah dipersiapkan Tuhan bagi saya. Entah itu dalam wujud sesungguhnya, ataupun hanya dalam wujud "perenungan diri". Sekadar mengingat-ingat, kesalahan seperti apa yang pernah dilakukan, kebaikan apa yang belum dilakukan, atau bahkan janji-janji seperti apa yang belum dipenuhi hingga kini, untuk Tuhan maupun sesama manusia. Apapun itu, segalanya bakal jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik bagi hamba-Nya, bukan?

"Cobaan yang diberikan akan membawa manusia pada derajat yang lebih tinggi,"

Pernah mendengar, tentang keutamaan orang yang "sakit"? Menurut kepercayaan, mereka yang sedang dilanda penyakit memang dipersiapkan Yang Maha Kuasa untuk dihapus dosa-dosanya. Di setiap sakitnya, dosanya berguguran satu-persatu. Kesembuhan baginya, berarti menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, kan?

Naik level, naik kelas seperti itu yang diharapkan atas cobaan yang diberikan Tuhan pada kita. Jika kita bisa melaluinya dengan baik, maka dijamin kita akan naik kelas. Jika tidak, yah, kita hanya akan menjadi manusia yang itu-itu saja. Lebih parah lagi, kita menjadi manusia yang lebih buruk dari sebelumnya.

Saya memang berharap ada seseorang yang peduli dengan saya. Sekadar memberikan saya motivasi, sekalipun dalam diam. Mungkin, sedikit tujuan dari orang-orang yang selalu merasa memikul "beban" di pundaknya adalah untuk diberikan rasa simpati, peduli, hingga uluran tangan. Di balik wajah berkeluh kesah yang ditampakkannya, bukan bermaksud melampiaskannya pada orang lain. Melainkan, ia berharap ada orang-orang yang sekadar berujar, "Sabar, ya. Esok kan lebih baik," sembari tersenyum tulus. ^_^.

Sadar akan hal itu, saya harus tetap bergerak maju. Tidak lama-lama meratapi "kepergian" laptop saya. Keep moving forward. Lagipula, ada banyak orang lain di luar sana yang sebenarnya jauh lebih banyak dirundung masalah dibandingkan kita. Waktu juga tidak pernah berhenti sejenak untuk menengok orang-orang yang sedang dilanda masalah. Tetaplah maju, tetaplah berjalan menemukan solusinya... Dan, bukankah lebih menyenangkan ketika kita tersenyum?


Oh ya, saya baru ingat, ada film pendek (indie movie) yang saya dapatkan dari seorang teman, yang sepertinya bisa menjadi rujukan bagi setiap orang yang sedang dirundung masalah. Nice film.



*untuk seseorang yang merasa masalahnya paling berat. ^_^.


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar