Jumat, 26 Oktober 2012

Beruntung Tanpa Cappuccino


Ah, pagi itu perkiraan jadwal bangun pagi saya lagi-lagi melenceng. Saya yang seharusnya bisa bangun lebih pagi dan mempersiapkan semuanya lebih awal harus tergopoh-gopoh menuju ke terminal Daya, Makassar. Saya memaksa-maksa seorang teman saya untuk mengantarkan dengan motor. Pasalnya, saya baru bangun ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.45. Padahal saya harus menunggu mobil di terminal untuk perjalanan 7 jam ke Enrekang.

Setibanya saya di terminal, sesuai dugaan, mobil-mobil dengan jurusan Enrekang sangat minim. Hal tersebut tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang menunggu di terminal tersebut. Maklum, besoknya mau lebaran. Seraya bersabar, saya mesti menunggu mobil lainnya yang masih kosong.

Wow, menunggunya pun nyatanya sangat lama.

Sambil menunggu, saya mencoba bertanya sana-sini pada calon penumpang lainnya. Saya kemudian menemukan salah satu penumpang dengan tujuan yang sama. Sebagai orang yang mengalami senasib-sepenanggungan, akhirnya kami sama-sama menunggu mobil di terminal itu.

Di samping itu, saya beberapa kali telah belajar untuk mengenal siapa saja dimana saja. Apalagi ketika saya bermaksud untuk melakukan perjalanan (jauh). Dengan memperbanyak teman maupun kenalan bisa jadi akan membantu kita dalam melakukan perjalanan. Entah itu dalam hal materi maupun sekadar teman bicara. Bahkan, mungkin, dia akan menjadi kenalan kita berikutnya. Kalau cewek sih, alhamdulillah...

Menjelang hari raya seperti ini, sudah bisa dipastikan ongkos perjalanan mobil meningkat tajam. Bahkan bisa saja mendekati kelipatan duanya. Segala hal perlu dipersiapkan.

Karena mobil-mobil Panther yang biasanya menjadi alat transportasi kami hingga jam sebelas tidak ada, akhirnya kami memutuskan untuk menumpang di bus "dadakan" yang ada di terminal. Eits, harganya pun melambung. Jika saya menumpang mobil panther hanya membayar 50-60ribu, maka menumpang bus kali ini dikenakan ongkos 80ribu. Astaga! Tapi, ya mau bagaimana lagi. Saya memaksakan diri untuk pulang hari ini. Beruntung, uang saya masih tersisa dikarenakan batal membeli persiapan Cappuccinno (gara-gara telat bangun). Cappuccinno oh cappuccinnoku...

Yap, ternyata Tuhan selalu merencanakan yang terbaik buat hamba-Nya. Saya diabaikan terhadap Cappuccino itu demi menanggung ongkos mobil yang kian mahal. Haha... :P

Met Idul Adha 1433 H!!


--Imam Rahmanto--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar