Rabu, 19 September 2012

Surat Untukmu, Aku

Time exprees from the future. (Ilustrated by: ImamR)
 
Di suatu tempat yang sangat kau impikan, xx November 20xx


Yth. Diriku, Imam Rahmanto
Di Masa Lalu

Hai, apa kabar? Tentu kau a.k.a diriku disitu baik-baik saja, bukan? Aku tahu itu karena diriku adalah orang yang tidak pernah merasa sakit. Masih sangat lekat dalam ingatanku, aku yang sering meminta-minta sakit pada Tuhan namun tak pernah dikabulkan. Barulah kelak ketika kau jadi aku, kau akan sadar betapa berharganya kesehatan itu meskipun tetap dirundung banyak masalah. Jikalaupun datang sakit hati, kau selalu berusaha untuk tegar, tersenyum, dan tentu saja bersifat kekanak-kanakan. Memang, tanpa aku (kau) sadari, terkadang ada suatu masalah yang mesti dihadapi dengan jiwa anak kecil. Lucu? Memang. Karena sifat itu akan terus menjadi milikmu hingga hari ini ketika aku menulis surat ini padamu.

Kau pasti bertanya-tanya, tahun berapa ketika aku menuliskan surat ini? Dan mengapa tepat dikirimkan untuk diriku yang masih menjalani masa kuliah? What's the matter? Ok, bersabarlah. Perlahan aku akan menjelaskan padamu.

Aku menuliskan angka tahun 20xx seperti itu agar kiranya kau tidak selalu menunggu-nunggu saat-saat sepertiku ini. Rahasia. Karena aku yakin, kau akan menantikannya jika aku menceritakan perihal diriku padamu. Asal kau tahu saja, kau di tahun 20xx ini telah berhasil mencapai impian yang selama ini kau banggakan. Dan hal itu pula yang mendorongmu untuk menyusun "rencana-rencana mimpi" yang baru. Apa yang kau inginkan di saatmu kini, sudah kudapatkan semua di saatku ini. Sungguh menyenangkan mendapatkan segalanya dari hasil usaha sendiri. Pastikan itu dan... tetap PERCAYA! Aku disini ada dan tersenyum bangga karena kau yang telah melakukannya.

Nah, kini ketika aku sementara menyusun mimpiku (dan tentu saja milikmu juga) yang baru itu, aku memutuskan untuk mengirimkan secarik pesan untukmu. Padahal beberapa halaman loh. Hehehe... Biarlah, lagipula kamu sudah terbiasa membaca, kan?

Oh ya, aku juga lupa memberitahumu bahwa di saatku sekarang aku sudah memiliki pacar. Kau tidak usah lagi pusing memikirkan hal seperti itu. Kelak, di tengah perjalananmu menjadi aku, kau akan menemukan seseorang yang tepat untukmu. Dialah orang yang sangat mengerti dan paham dengan segala rutinitasmu. Orangnya baik loh. Cantik juga. Dan bagiku dia....sempurna.
Jadi, tidak ada alasan lagi untukmu di masamu itu risau memikirkan hal tersebut. Tidak bakalan seru jika kuceritakan padamu betapa lucunya kisah pertemuanku dengannya.

Sudahlah, aku tidak mau terlalu banyak mengumbar kisahmu di masa depan. Biarkanlah kau sendiri yang menemukan jalan untuk menjadi diriku. Dan ketika kau sampai disini, kau akan merasakan hasilnya yang manis sekali. Sangat manis malah.

Satu-satunya alasanku untuk mengirimkan ini padamu agar semakin mengokohkan keteguhanmu di masamu sekarang. Kalau tidak salah, tahun 2012 kan? Aku masih ingat, itu adalah awal ketika aku mulai memancangkan tekadku untuk memperbaiki kuliahku. Heh, setahun sebelumnya agak kacau, bukan? Aku mengirim ini semata-mata untuk membantumu tetap pada jalur itu. Kau bertindak benar. Semuanya memang bermula dari situ. Segala perbaikannya, segala hal-hal baru kelak akan kau dapatkan dari sana. Tetaplah bersemangat!

Fokus. Itu hal yang juga penting untukmu. Hilangkanlah dirimu yang dulu suka dengan banyak rutinitas kesibukan. Setidaknya kau mesti meluangkan pula waktumu untuk menikmati alam sekitar atau bersosialisasi dengan orang lain. Nah, pilih tempat (organisasi) yang memang menyenangkan buatmu. Dan aku rasa, saat ini kau sudah menemukannya. Tidak perlu banyak organisasi untuk bisa membawamu menjadi diriku. Cukup memilih untuk fokus dan serius pada jalanmu itu. Pun, selalulah tersenyum. Kelak, kau akan mengerti mengapa aku selalu menyuruhmu melakukan hal itu.

Di sisi lain, tetaplah menulis, tetap berbagi. Kau menulis untuk berbagi, kan? Percayalah, di hari ketika aku menuliskan surat ini untukmu, aku tersenyum dengan lebarnya karena mengingat-ingat jumlah tulisan yang sudah kubagikan untuk orang lain. Tak terhitung lagi orang-orang yang mengenalku lewat tulisanku. Aku sekarang malah bersiap-siap menulis buku yang baru. Kecintaanmu akan menulislah yang akan banyak membantumu di kemudian hari.

Satu hal penting lagi; pandai-pandailah mengatur waktumu. Berusahalah memprioritaskan sesuatu yang benar-benar lebih utama. Jangan mudah tergoda, karena aku tahu, biasanya jika suntuk kau membunuh waktumu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Malah di saat-saatmu sekarang, seingatku, setoran-setoran liputanmu agak kurang kan? Nah, karena kau sudah bertekad untuk mengubahnya, maka selalu luangkan pula waktumu untuk menjalani tugas harianmu itu. Dari sana, kau juga akan belajar menjadi seperti aku yang sekarang ini.

Belajarlah untuk bangun pagi meskipun jam tidurmu menjelang waktu subuh. Ada beberapa waktumu yang terbuang percuma bisa digantikan oleh jumlah jam tidurmu itu. Tetaplah beraktivitas hingga larut malam. Hehe...

Nah, itu yang saja yang akan kusampaikan padamu. Tidak perlu berpanjang-panjang ria menyampaikan smeuanya padamu. Aku yakin, kau akan menemukannya sendiri, bukan karena kau orang yang pandai melainkan kau orang yang selalu percaya dengan keadaan. Penasaran akan masa depanmu? Nah, silahkan berimajinasi tentang akan jadi apa kau nanti. Aku, sesuai dengan imajinasimu itu. Serius. Swear! Dan, tetap percaya! ^_^.

Pesanku lagi: Karena kau yang melakukannya, maka aku ada.


Salam terhangat,
Dari dirimu di masa depan,

Imam Rahmanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar