Sabtu, 11 Agustus 2012

Sehat di Pagi Hari


Jika ada yang bertanya kapan waktu yang tepat untuk menuliskan sebuah ide, maka mungkin jawabnya; pagi hari.
 
Pagi ini saya baru saja selesai menuliskan sebuah “coretan tak penting” setelah sekian hari tidak menulis. Saya tidak mau beralasan kesibukan yang menghambat kreativitas menulis saya, karena menurut saya itu hanya sebuah alibi pembenaran dari kesalahan saya sendiri. Justru pada dasarnya saya yang memang enggan meluangkan waktu barang sejenak. Kenapa? Puasa hanya diisi dengan tidur, dan tidur. Eits, tapi hanya 30%-nya loh…
 
Tidur, memang rasanya begitu nyaman, bukan? Tapi, percaya deh bangun dan mengerjakan hal-hal berguna jauh lebih baik dan menyenangkan. Terlebih lagi jika kita bisa terlepas dari “tidur pagi” di bulan Ramadhan ini. Tidur pagi entah kenapa menjadi kebiasaan orang-orang di bulan puasa.
 
Di kala matahari masih belum bersinar begitu sempurna, hawa dingin masih membelai kulit kita, tak ada suara gemuruh duniawi, menjadi waktu yang tepat buat bersantai maupun sekadar menulis sesuatu. Bahkan di pagi hari bisa pula menjadi waktu untuk menyimak keindahan-keindahan yang ditawarkan oleh alam.
 
Selain itu, beberapa hari yang lalu, seorang dai berceramah di masjid, “Salah satu rahasia agar kita sehat selalu adalah dengan bangun pagi-pagi, beraktivitas, menikmati udara segar pagi itu,” Hal tersebut, timpalnya, berdasarkan kebiasaan yang dijalani oleh para nabi. Wah, wah, pantesan saya jarang sekali sakit. Hehe..

--Imam Rahmanto--

3 komentar:

  1. Inti dari tulisan ini, kamu mau bilang punya hobi bangun pagi. Iya kan? Ah, pamer lagi deh.. :p

    BalasHapus
  2. Apaan?? Aku cuma mau bernagi tulisan doang, kok.. :p

    BalasHapus
  3. @Imam Rahmanto: "berbagi" maksudnya. Hehe...

    BalasHapus