Jumat, 22 Juni 2012

Novel yang Akan Tayang di Bioskop

Kabar gembira bagi Anda (termasuk saya) yang gemar menikmati bacaan novel. Pasalnya, tahun ini tampaknya akan menjadi klimaks dari trend film-film Indonesia yang diangkat dari sebuah novel. Setelah beberapa film sebelumnya sukses menarik banyak minat penonton, maka tak diherankan lagi perkembangan film-novel mulai dilirik oleh kalangan insan perfilman.


Sebut saja, Laskar Pelangi yang berhasil menarik  1,3 juta penonton Indonesia. Atau Negeri 5 Menara dengan total penontonnya mencapai 800ribu orang. Ada juga film-film lainnya, seperti  Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, Di Bawah Lindungan Ka’bah, sang Penari (dari novel Ronggeng Dukuh Paruk), Batas, Hafalan Shalat Delisa, Surat Kecil Untuk Tuhan, Kambing Jantan, Pocongg Juga Pocong. Kesemuanya itu cukup banyak menarik minat penonton untuk menyaksikannya, khususnya mereka yang sudah pernah membaca novelnya.

Saya sendiri sebenarnya merasa senang dengan difilmkannya beberapa novel, apalagi novel-novel yang memang berkesan buat saya. Membaca novelnya sekaligus menonton filmnya adalah dua hal yang sangat menarik, terlepas dari anggapan para fanatik novelnya yang menganggap menonton movienya hanya akan mengurangi esensi ceritanya. Mereka takut kecewa saat menyaksikan filmnya. Padahal, menurut saya, menonton film dari sebuah novel akan semakin memperkuat cerita yang dibangun oleh novel yang pernah kita baca. Mengapa begitu?

Sederhananya begini, jika kita hanya membaca novel, maka kita terpaksa harus membayangkan/ mengimajinasikan sendiri penampakan tokoh maupun setting kejadiannya. Setiap orang pasti akan memiliki imajinasi berbeda-beda. Maka dengan menonton “edisi layar lebar”nya, gambaran novel bisa tampak dengan jelas. Tokoh, setting, waktu, dan semuanya akan tampak lebih jelas bagi kita. Sehingga, seandainya pun kita membaca novel berikutnya (serial), sudah ada gambaran yang jelas tentang tokoh-tokoh, maupun setting lainnya. Lebih jelasnya.

Bagaimanapun, karena saya sangat penasaran dengan film-film dari novel yang pernah saya baca – dibanding harus menonton film-film “sex-horor-humor” Indonesia -  maka saya membuat list (daftar) film-film tersebut yang akan dirilis tahun ini. Ya, sekalian sebagai reminder untuk menonton filmnya. Hehe


- Perahu Kertas


Film satu ini yang paling saya tunggu-tunggu. Saya tidak boleh ketinggalan menontonnya di bioskop. Diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Dewi “Dee” Lestari. Novel ini berbeda dari buku-buku karya Dee lainnya yang bertema lebih serius. Perahu Kertas lebih menekankan pada gaya penceritaan dan penggunaan kata-kata yang lebih ringan.
Mengenai kisah asmara antara Kugy dan Keenan yang terhalang oleh perasaan “diam” dan nasib masing-masing.

“Saya tidak bisa berhenti membacanya, selalu buat penasaran,” begitu kata teman ketika saya sodorkan novel “Perahu Kertas”. Saya pun demikian. Dan memang, menurut saya, novelnya ini bisa menjadi salah satu novel paling rekomendasi untuk dibaca. Nah loh? Yang lagi dibahas kan filmnya.

Film ini nantinya akan dibintangi oleh Maudy Ayundya (Kugy) dengan arahan dari sutradara Hanung Bramantyo. Istimewanya, bintang cilik “Afika” juga akan turut berkolaborasi dengan para pemain lainnya. Ia akan berperan sebagai “Kugy kecil” yang suka menulis surat pada Neptunus dan menghanyutkan perahu kertasnya di selokan-selokan maupun sungai.

Film ini akan dirilis bulan Agustus nanti. Menilik pada teasernya, tepat di hari Lebaran para penggemar Perahu Kertas the Movie sudah bisa menikmatinya. Berlayar Lebaran!.





- 5 cm

Novel bestseller ini juga sangat ditunggu-tunggu filmnya oleh kebanyakan pembaca novelnya. Bagi yang pernah membaca novelnya pasti tahu sebabnya. Novel karya Donny Dhirgantoro ini bercerita tentang 5 orang sahabat yang menaklukkan Mahameru. Kisah-kisah persahabatan mereka pun diwarnai dengan sedikit segi-percintaan antar “sahabat”.

Selain itu, “5 cm” juga bercerita tentang impian kelima orang sahabat itu. Dari situlah kemudian “teka-teki” judul novelnya tersimak, meskipun sebenarnya cerita dalam novel ini tidak banyak berkisah tentang impian dan proses pencapaiannya. Unik, kan?

Lebih unik lagi, film ini akan dirilis di 12-12-12 a.k.a 12 Desember 2012 nanti. Entah kenapa sang sutradaranya, Rizal Mantovani, memilih jadwal pemutaran seperti itu. Film ini juga akan dibintangi oleh para bintang yang sudah tidak asing lagi di telinga kita; Herjunot Ali (Zafran), Raline Shah (Riani), Fedi Nuril (Genta), Igor Sykogi (Ian), Denny Sumargo (Arial) dan Pevita Pearce (Dinda).


- 9 Summers 10 Autumns

Novelnya, bercerita tentang kisah nyata penulisnya, Iwan Setyawan, yang berjuang mencapai impiannya dari kota apel (Malang) yang untuk menginjakkan kakinya sekaligus bekerja di the big apple (New York). Nah, novel yang satu inilah yang lebih banyak bercerita tentang proses pencapaian sebuah impian. Meskipun novelnya bercerita sedikit melankolis dan banyak dibumbui oleh bahasa Inggris – maka tertatih-tatihlah mereka yang tidak bisa berbahasa Inggris - , namun novel ini tetap layak dibaca. Terlepas dari itu, novel ini banyak memberikan pelajaran mengenai makna hidup dan kekeluargaan.

Saya baru mendapatkan info film ini kemarin ketika sedang “jalan-jalan” di jejaring saya. Film yang digarap oleh sutradara Ifa Isfansyah (juga penggarap film Sang Penari) ini rencananya akan dirilis pada hari ibu mendatang, 22 Desember 2012. Pemain-pemain dalam film ini antara lain Dewi Irawan sebagai ibu, Alex Komang sebagai bapak, dan Oka Antara sebagai Iwan

Berikut teaser filmnya:



- Bidadarai-bidadari Surga

Novelnya, berkisah tentang kekeluargaan dan pengorbanan seorang kakak (Laisa) buat adik-adiknya. Ia sangat tulus sayang kepada adik-adiknya, bahkan sampai akhir hayatnya.

Meski film ini masih dalam tahap casting pemain, namun sudah menjadi keharusan bagi yang pernah membaca novelnya untuk menantikan filmnya. Untuk yang satu ini, saya belum sempat membaca novelnya. Akan tetapi, dari semua teman saya yang pernah melahapnya, jawaban mereka selalu sama. “Keren”, “Mengharukan”, atau malah mereka menitikkan air mata ketika membacanya. Hehe…dan saya yakin memang seperti itu.Apalagi setelah membaca beberapa novel karya Tere Liye yang lainnya, termasuk Hafalan Shalat Delisa yang telah difilmkan 26 Desember lalu. Menonton film itu, nyaris membuat saya menitikkan air mata.

Oh ya, sutradara di film Bidadari-bidadari Surga adalah Sony Gaokasak, yang juga merupakan sutradara dari Hafalan Shalat Delisa. Kabarnya, seluruh kru-nya juga nantinya akan sama. Entah apakah Nirina Zubir dan Reza Rahardian akan tetap berperan dalam film yang release premierenya bulan Desember  2012 itu. Kita tunggu saja.


Nah, kira-kira novel apa lagi ya yang akan difilmkan? Semoga dengan menjamurnya trend mengangkat sebuah novel menjadi film layar lebar bisa menggusur film-film “tidak berkualitas” Indonesia yang selalu mempertontonkan nafsu. Selain itu, peningkatan minat baca masyarakat Indonesia juga kemungkinan bisa di-pressure dengan kehadiran layar lebar novel-novel tersebut.

Overall, saya sangat menantikan film-film tersebut. Selamat menanti!


--Imam Rahmanto--

2 komentar:

  1. jadi penasaran,,,semenarik apa seh novel and filmnya nanti...

    BalasHapus
  2. Sama. Tapi, bagaimanapun saya tetap akan senang dengan filmnya nanti.
    Thanks sudah berkunjung! ^_^

    BalasHapus