Selasa, 24 April 2012

Nge-blog Untuk Apa


Blog Untuk Apa?

Dua hari yang lalu, seorang teman bertanya kepada saya,

“Sebenarnya blog itu untuk apa sih?”

Mendengarnya, saya agak tergelitik. Ternyata masih saja ada orang yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan new media, seperti blog. Adalah hal yang wajar, karena tidak semua orang mau menghabiskan waktunya untuk berlama-lama di dunia maya hanya untuk sekadar menulis maupun mengelola halaman pribadinya.

Sumber Gambar: Google Search

Banyak hal yang sebenarnya bisa didapatkan dengan nge-blog (bahasa kerennya). Terhubung ke dunia maya seharusnya tidak hanya berbicara soal facebook saja. Masih ada banyak hal bisa dilakukan melalui dunia maya, apalagi untuk proses aktualisasi diri (eksis). Nah, salah satunya bisa dengan mem-publish tulisan melalui blog.

Lain orang, lain pula motifnya untuk nge-blog. Ada yang membuat blog hanya untuk mencurahkan perasaannya saja (diary).  Ada pula yang membuat blog untuk tujuan komersial, baik itu dalam hal pemasaran maupun hanya sekedar mengumpulkan uang melalui adsense google.

Dulu, saya tertarik membuat blog untuk eksis.

“Saya mau terkenal juga di dunia maya,” pikir saya kala itu.

Jadilah saya membuat blog. Awalnya saya berusaha untuk membuatnya terlihat keren dibandingkan yang lain. Pasang ini-itu biar terlihat keren. Bahkan berbagai macam tulisan pun saya posting di blog saya. Mulai dari hiburan, info-info unik, sampai untuk keperluan download ebook. Biar blog saya banyak dikunjungi. Hingga saya biasa menghabiskan waktu berlama-lama di sebuah warnet hanya untuk mendandani blog saya.

Semakin lama, bukannya blog saya makin terkenal, melainkan semakin mati. Pasalnya, saya sangat jarang mem-posting tulisan-tulisan baru. Jika sudah begitu, apatah gunanya lagi tampilan blog yang keren-keren? Dan ternyata saya menyadari, bukan tampilan blognya yang penting, melainkan seberapa sering kita update tulisan-tulisan baru.

Sedari awal, saya membuat blog untuk bisa mempublikasikan tulisan saya agar bisa dibaca orang lain. Saya suka menulis, dan tentu saya ingin orang lain membacanya. Soalnya kalau dikirim, jarang yang bisa dimuat di surat kabar atau media-media cetak lainnya. Hehe..

Barulah usai mengikuti pelatihan menulis blog (Kompasiana) tempo hari, saya mulai berkomitmen untuk bisa selalu menghasilkan tulisan-tulisan yang baru. Minimal satu tulisan dalam tiga hari. Tidak peduli tulisan apapun. Mau curhat, mau kritik, resensi, dan sebagainya. Yang terpenting, tetap menulis. Alhasil, saya kembali menghidupkan blog saya dengan tampilan yang lebih friendly. Tidak lagi neko-neko. Yang terpenting, tulisannya selalu update.

Oleh karena itu, dunia blogging tidak terlepas dari kegiatan tulis-menulis. Copy-paste hanyalah bumbu-bumbu blogging itu. Jika kita melihat ada banyak blog dengan tulisan-tulisan hasil copy-paste, itu bukan berarti mereka tidak kreatif. Hanya saja, saya yakin, tujuan mereka nge-blog adalah untuk mencari uang, biasanya melalui iklan-iklan di blognya.

Terlepas dari itu, blog merupakan sarana untuk bisa mempublikasikan diri, baik melalui tulisan maupun produk-produknya. Ibarat sebuah kota, blog merupakan salah satu rumah kita di dunia maya. Tempat tinggal kita. Di tempat itulah kita dikunjungi orang lain. Jika dibiarkan terbengkalai, siapa pula yang mau berkunjung ke tempat itu ataupun hanya untuk sekadar mengenal pemilik rumahnya? Jejaring sosial seperti facebook dan twitter, hanyalah tempat-tempat kita bersosialisasi, berteman. Oh ya, ada lho juga blog yang selain bisa sebagai ladang menulis,  bisa pula menjadi jejaring sosial untuk memperkaya teman. Salah satunya, Kompasiana. Bisa dicoba sendiri. Hehe…

“Jadi, tujuannya nge-blog apa?”

Bagi saya, blog sebagai ajang publikasi diri, tempat untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta bisa juga menjadi tempat untuk mencurahkan segala perasaan kita. Namun, kalau dijadikan sebagai diary, terkadang pemiliknya tidak ingin tulisannya dibaca orang lain. Nah loh? Kalau begini, bagaimana caranya untuk berbagi cerita? Hehe..

--Imam Rahmanto--

Notes: Pertanyaannya terinspirasi dari Fadillah Dwi Oktaviani, 
yang sangat berharap sekali namanya saya sebutkan dalam tulisan saya. Hehehe….

1 komentar:

  1. bisa jadi motivasi....semangat menulis.........
    -dila-

    BalasHapus