Rabu, 19 Oktober 2011

Presentase atau Presentasi??

Sumber: Dokumen pribadi

“Minggu depan kita akan presentase, ya. Harap siapkan diri kalian,” ujar salah seorang dosen saya.

Huh, presentase lagi, presentase lagi. Saya agak bosan dengan presentase. Selalu saja tiap mata kuliah berakhir dengan presentase.

Eh, tunggu dulu! Yang benar, "presentase" atau "presentasi"??

Sudah lama saya bertanya-tanya tentang kedua istilah ini. Penulisan maupun pengucapannya  hampir sama.

Akan tetapi makna maupun arti kata yang terkandung di dalamnya jauh berbeda. Sama sekali jauh  berbeda.

Bukannya saya bermaksud menyinggung kalangan tertentu, baik mahasiswa maupun dosen sendiri. Namun pada dasarnya ini sebagai koreksi bagi kita semua yang sudah terlalu sering membudayakan kesalahan berbahasa. Jika kesalahan seperti ini terus berlanjut, apa jadinya bahasa Indonesia (yang merupakan bahasa persatuan).

Ya...meskipun saya bukan orang dari bahasa Indonesia, namun selalu tertarik akan hal-hal yang berbau satra.
Seperti yang sering kita dapati dalam perkuliahan, lumrah adanya perkuliahan hanya sebatas diskusi sepanjang hari dengan beberapa penyajian materi sebelumnya di depan civitas akademik. Penyajian materi inilah yang kemudian disebut sebagian besar orang sebagai "presentase".

"Kapan kamu presentase?"

Istilah yang sebenarnya salah namun dibiasakan oleh sebagian besar orang. Bahkan dosen yang notabene adalah orang-orang yang dipercaya tingkat kredibilitasnya dalam persoalan akademik ikut-ikutan (latah) menyebarkluaskan "istilah salah" itu. Tidakkah mereka sadar bahwa istilah yang benar itu adalah "presentasi"?

Memang, keduanya agak mirip dalam pelafalan katanya, hanya beda akhiran saja, antara "e" dan "i". Akan tetapi, jika saya mendengar kata "presentase", saya cenderung berpikir ke arah "persen dalam matematika", meskipun kata "presentasi" juga masih salah dalam matematika.

Bingung? Ok, mari kita sedikit menganalisis. Ceilah….

Setelah saya mencoba mencari di buku Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saya tidak menemukan satu pun kata "presentase". Kata yang ada hanyalah "persentase" yang merujuk pada arti; bagian dari keutuhan yang dinyatakan dengan persen, perseratus atau bagian yang diperkirakan. (Cek juga melalui KBBI-online)
Belum puas dengan KBBI, saya mencoba browsing melalui Wikipedia. Dan hasil yang saya temukan, seperti ini;

----Persentase atau peratus adalah suatu cara untuk menyatakan fraksi dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol "%". Persentase juga digunakan meskipun bukan unsur ratusan. Bilangan itu kemudian diskalakan agar dapat dibandingkan dengan seratus. Sebagai contoh, 4 orang dosen sedang mengawas ujian di kampus, 3 dari mereka tak berkacamata, dan 1 orang berkacamata. Persentase dosen tak berkacamata adalah 3 dari 4 = 3/4 = 75/100 = 75%, sementara dosen berkacamata adalah 1 dari 4 = 1/4 = 25/100.-----
Untuk kata "presentase", lagi-lagi saya tidak menemukannya, bahkan melalui wikipedia.

Sudah jelas bahwa, istilah yang selama ini diucapkan telah mengalami pergeseran makna. Jika kita bandingkan dengan kegiatan yang seharusnya, menyajikan materi kuliah di depan peserta diskusi yang lain, yang seharusnya adalah "presentasi". Karena menurut KBBI (setelah saya buka kembali), presentasi artinya penyajian pertunjukan (tentang sandiwara, film, diskusi, dsb). Istilah inilah yang lebih tepat digunakan dalam proses perkuliahan.
"Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.
Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu)."
isi dari Wikipedia.

Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).

Berdasarkan data di atas, maka bukanlah “presentase” yang seharusnya dijadikan istilah di kalangan akademisi, melainkan “presentasi”. Lebih jauh, presentasi sesungguhnya berasal dari kata dalam bahasa Inggris, presentation yang artinya penyajian. Hanya saja, oleh lidah kita digeser penyebutannya menjadi presentase. Dan hal itu sampai terbawa-bawa ke ruang formal.

Kesalahan yang Membudaya.
Sungguh sangat disayangkan. Hal seperti itu hanya dianggap angin lalu oleh sebagian orang. Mereka menganggap hal remeh-temeh semacam itu tidak perlu dipermasalahkan.

Inilah akibat kebiasaan masyarakat yang selalu meniru sesuatu yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Yang menjadi patokan bagi mereka adalah kuantitas, bukan pada kualitas. Jika mayoritas orang berkata A, maka seseorang yang sebelumnya tidak tahu apa-apa ikut-ikutan berkata A, tanpa memeriksa kebenaran dari pernyataan mayoritas itu. Hingga jika dia dibberikan pada kebenaran yang sesungguhnya, ia akan ragu menerimanya, sebelum ditunjukkan bukti-bukti yang kuat. Malah, meskipun sudah ditunjukkan, mereka tetep ngotot tak ingin menerima.

Seperti itu. Mungkin atas dasar itulah saya ingin memperbaiki istilah yang membudaya di kalangan kami, mahasiswa disini. Mayoritas menggunakan istilah “presentase”. Bahkan dosen pun ikut-ikutan menggunakan istilah tersebut. Saya biasanya tertawa sendiri ketika mendengarnya dari dosen.

Sebagai seorang akademisi, saya ingin terus belajar. Menemukan sedikit kesalahan, saya harus memperbaiki. Jika tidak mampu diungkapkan melalui lisan, maka cara lain bisa disampaikan melalui tulisan.

Jadi, sekali lagi, saya tegaskan disini, “PRESENTASI” bukan presentase. Bagi yang telah membaca ini, semoga bisa tercerahkan. hehehe...

Kalau di lingkungan kampus saya seperti itu, nah bagaimana dengan lingkungan Anda?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar