Selasa, 23 Agustus 2011

Waktu Inspiratif Buat Menulis

Menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan. Melalui sebuah tulisan, kita bisa menuangkan segala macam cerita, ide, kritik, maupun curahan hati. Tulisan pulalah yang senantiasa merekam sejarah manusia.

“Ketika Kamu bicara, kata-katamu hanya bergaung ke seberang ruangan atau koridor. Tapi ketika kamu menulis, kata-katamu akan bergaung sepanjang zaman.” (Bud Gardner)
Sumber Gambar: Google Search

Untuk itulah manusia mengenal tulisan. Dituturkan pula oleh Ali bin Abi Thalib, ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,” makanya kitab apapun di dunia ini dituangkan dalam bentuk tulisan.

Mengenai keutamaan menulis, sebenarnya banyak dijabarkan secara teori oleh buku maupun artikel-artikel lepas manapun. Oleh karena itu, tidak akan dibahas lebih jauh mengenai hal tersebut disini. Toh, judulnya juga bukan itu. Hehehe..

Sebagian dari kita biasanya mengalami kesulitan dalam hal menulis. Apalagi untuk sekedar menuangkan ide ke dalam tulisan yang ingin dibuat. Rasa-rasanya, pikiran tiba-tiba mampet. Pikiran-pikiran lainnya yang tak ada hubungannya dengan ide itu kemudian berseliweran kesana-kemari. Buyarlah keinginan kita untuk menulis.

Sebenarnya, ada banyak hal yang mempengaruhi mood kita dalam menulis. Bisa jadi, suasana sekitar kita saat menulis salah satu faktor utamanya. Meskipun inspirasi dalam menulis bisa didapat dimana saja dan kapan saja (anywhere and anytime), namun suasana saat kita menulis juga bisa mempengaruhi “alam” tulisan kita. Oleh karena itu, diperlukan waktu dan tempat yang tepat untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Waktu yang tepat untuk menulis, mendapatkan inspirasi adalah ketika alam sendiri sudah mulai terlelap. Maksudnya disini, ketenangan (mood) dalam menulis tergantung pada ketenangan sekitar kita. Nah, malam hari, adalah waktu yang paling tepat untuk menulis.

Saya pribadi, meluangkan waktu di malam hari untuk menulis dan mengolahnya ketika semua orang sudah terlelap. Biasanya orang rata-rata tertidur pada pukul sebelas malam. Di saat itulah saya merasa leluasa mengerjakan segala hal yang berhubungan dengan dunia menulis saya. Baik itu urusan kuliah maupun sekedar menyalurkan hobi. Saya percaya bahwa inspirasi akan mengalir begitu saja ketika perasaan dan suasana sekitarnya tenang.

Suasana malam hari membuat saya nyaman untuk menulis apa saja. Berbekal segelas kopi susu dan ditemani dengan musik, inspirasi mengalir begitu saja dalam kepala saya. Perhitungan waktu pun di malam hari terasa begitu lambat. Entah apakah ini sekedar perasaan saya ataupun memang begitu adanya. Hal ini pula yang akan mengondisikan kita tidak tergesa-gesa dalam menulis. Namun, saya betul-betul menikmati “goresan pena” saya ketika malam hari.

Di malam hari, sebenarnya pikiran cenderung terbebas dari segala beban masalah. Kondisi alam yang sunyi dan tenang mendukung mood untuk menulis, sekedar menyalurkan inspirasi di kepala kita terasa lebih mudah. Pikiran yang tenang di kala mengerjakan sesuatu akan berujung pada hasil yang baik. Tidak salah jika umat Islam dianjurkan beribadah di sepertiga malam terakhir.  Pikiran tenang, ibadah pun tentunya lebih khusyuk.

Oleh karena itulah, ketika saya mulai memasuki dunia kuliah, saya mulai membiasakan diri untuk bisa terjaga di malam hari. Lebih khusus, tergantung orangnya, apakah orang itu mudah terbangun atau malah sulit untuk bangun di malam hari. Karena saya orang yang sulit untuk bangun di waktu yang sudah ditentukan (alarm atau secara sadar), makanya saya mengubah polanya dengan tidak tidur sampai pekerjaan rampung. Jika memang dibutuhkan, begadang pun saya jalani, tidak peduli lagunya bang Rhoma Irama (^_^). Karena ketika pekerjaan selesai, ada “rasa” tersendiri yang memuaskan hati.

Bagi yang tidak bisa bertahan di malam hari, tidak perlu dipaksakan. Cukup bangun di waktu tengah malam dan mulailah menulis ketika mata dan perasaaan sudah stabil. Buatlah diri senyaman mungkin di waktu itu. Lakukan apa saja yang menurut kita bisa membuat diri nyaman dan tidak mengantuk. Misalkan saya, biasanya ngopi-susu sambil menulis. Tergantung selera.

Suasana malam hari tampaknya merupakan kejaiban tersendiri yang dianugerahkan pada kita, manusia. Di saat alam lelap dalam tidurnya, ketenangan hadir dalam tiap jiwa manusia. Tampaknya, malam hari memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin mencari ketenangan. Sehingga, bagi yang ingin mencari tempat yang tenang, sedari dulu sudah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Bagi saya, malam hari adalah sebuah tempat tak terbatas dengan perjalanan waktu yang menyatu dengan persaaan.

Kita pun akan tersadar, malam hari adalah tempat (sekaligus waktu) untuk mencari inspirasi. Wah, ternyata alam sudah menyediakan menyediakan segalanya, ya.

Dipublikasikan di Kompasiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar